Seluruh proses perjalanan sengketa dan solusi pilkada di provinsi itu menegaskan secara telanjang betapa penguasa memaksakan kepentingannya. Apa akibat seluruh egoisme kekuasaan seperti ini? Rakyat yang dirugikan. Mereka memilih pemimpin, tetapi yang menang tidak bisa segera memerintah. Negara mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk penyelenggaraan pilkada, tetapi hasilnya hanya memperpanjang dan memperparah konflik dan sengketa.
Melihat dari rentetan peristiwa di atas SMK Negeri 1 Batumandi mencoba memberikan pelajaran bepolitik yang sehat tanpa terjadi keributan dan saling menghargai hasil dari suatu pemilu. Dengan pemilih Ketua OSIS guru-guru mencoba memberikan pembelajaran berpolitik, pemilih Ketua OSIS sekarang sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya dimana hanya memilih Ketua OSIS secara pemilihan langsung. Pemilu kali juga dengan pemilihan langsung dengan cara dari 5 orang perwakilan tiap kelas yang dipilih oleh anggota kelasnya yang disebut MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dan dari mereka dipilih beberapa orang untuk menjadi KPO (Komisi Pemilihan OSIS). KPO bertugas mendaftar calon kandidat yang ingin menjadi Ketua dan Wakil OSIS, membuat jadwal kampaye, jadwal pemilihan, skema dan sistem pemilihan serta mempersiapkan perlengkapan Pemilu, dimana tugasnya mirip dengan KPUnya Pemilu.
Setelah penjaringan dan verifikasi data terdapatlah bakal calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS (balon KOSIS) sebanyak 3 pasangan balon KOSIS dan mereka diberi jadwal kampaye sebanyak 1 hari, kampaye disini mereka diperbolehkan orasi, debat, Tanya jawab serta ada hiburan dari masing-masing balon KOSIS, yang membuat saya heran siswa sudah kreatif ada salah satu balon yang pendukungnya buat ondel-ondel sampai menebar foto meraka disudut-sudut sekolah saya melihat ini seperti Pemilu betulan.
Dari kejadian ini saya berharap Pemilu 2009 akan datang tidak akan ada keributan dan siap menerima kekalahan dengan lapang dada.
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Telah Beri Komentar, Mohon Maaf Seandainya Pelayanan Kami Tidak Memuaskan