Akhir-akhir ini banyak Guru yang diserang penyakit, penyakit tersebut tanpa disadari datangnya tidak memandang Usia dan bisa mengancam Profesi Guru tersebut. Guru harusnya jadi panutan dan jadi contoh yang baik bagi siswa, bagaimana siswa bisa mandiri kalau guru yang harusnya jadi contoh terserang beberapa penyakit. Saya berharap lewat tulisan ini menjadi renungan dan kita bisa berubah kearah yang lebih baik.
Penyakit-penyakit tersebut saya uraikan di bawah ini, mohon maaf jika ada yang tersinggung. Penyakit yang menyerang guru adalah :
- Asam Urat (Asal Sampaikan Materi Urutan Kurang Akurat)
Guru tidak seenaknya sendiri mengajar, asal masuk tanpa persiapan khusus. Sebelum mengajar Guru harus memiliki perangkat pembelajaran, dimana perangkat pembelajaran tersebut harus memuat rancangan dan rencana apa yang akan diajarkan secara terstuktur, dari awal masuk kelas sampai keluar kelas sudah tersusun dalam perangkat pembelajaran. Guru tidak bisa seenaknya menyampaikan materi tertentu dengan alasan apapun. Perangkat pembelajaran sudah termasuk dalam 8 standar pendidikan yaitu standar proses dimana : Untuk Kurikulum 2013 Permendikbud No. 65 tahun 2013, dan KTSP Permendiknas No. 41 Tahun 2007.
- Lesu (Lemah Sumber)
Sumber belajar harus banyak, niscaya dalam pelajaran berlangsung kurang bahan akibatnya sedikit pengetahuan yang diterima. Tidak sedikit guru tidak mau berupaya mencari materi-materi tambahan yang bisa melengkapi bahan yang sudah ada. Jadi apabila ada guru yang tidak masuk kelas karena alasan bahan sudah habis, itu alasan yang tidak logis karena dengan terbukanya informasi dengan internet tidak ada istilah bahan habis.
- Diare (Di Kelas Anak Diremehkan)
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu pembelajaran di kelas diantaranya yang berperan adalah sikap guru dalam proses pembelajaran berbagi pengalaman positif atau negatif yang dialami siswa. Pengalaman negatif diantaranya adalah diremehkan oleh bapak/ibi guru, terkadang ada guru beranggapan bagi siswa yang lamban dalam menerima pelajaran atau membuat kegaduhan di kelas tidak sebanding dengan anak yang mempunyai kepandaian lebih sehingga mereka sering disebut anak yang malas, anak yang dan lain-lain, bagi siswa itu merupakan pengalaman negatif.
- Ginjal (Gaji Nihil Jarang Aktif Kerja Lamban)
Sebelum ada sertifikasi profesi, guru dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang dikarenakan gaji guru rendah dibandingkan dengan pekerja lainnya, banyak yang tidak memilih profesi sebagai guru sehingga orang-orang yang menjadi guru hanyalah mereka yang kepepet karena tidak mendapatkan pekerjaan lain, maka timbulah penyakit ini. Karena guru juga profesi yang tidak menjanjikan, pengalaman waktu saya kuliah dulu pada tahun 1999 kampus FKIP minim mahasiswa sedangkan di kampus lain banyak sekali mahasiswanya, sampai-sampai waktu kuliah dulu rumput di kampus sangat tinggi hampir sama dengan tinggi saya, kenyataan terbalik setelah adanya sertifikasi profesi guru, FKIP jagi primadona ibarat gula semutnya banyak, dan saya berkunjung ke kampus saya dulu semua sudah berubah, mahasiswanya banyak rumput yang dulu tinggi tidak ada lagi berganti dengan ruang-ruang belajar, orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke FKIP. Dengan adanya sertifikasi mudah-mudahan penyakit GINJAL bisa hilang.
- Sembelit (Sedikit Membaca Literatur)
Guru bertugas menyampaikan ilmu kepada anak didiknya maka mau tidak mau para guru harus selalu menambah pengetahuan yang dimilikinya dan selalu diperbaharui ilmu yang dipelajari sesuai dengan perkembangan yang ada di dunia, jangan sampai sebaliknya siswa lebih memahami ilmu pengetahuan karena kebiasaan membaca dan mencari informasi di internet. Ada pepatah ajarilah anak sesuai jamannya.
- Batuk (Belajar atau Tidak Urusan Kemudian)
Guru harus mau belajar dan belajar up to date dalam menyampaikan materi kepada anak didik karena telah memahami apa yang hendak disampaikan jika tidak tentu anak-anak didik menjadi korban.
- Sariawan (Siapakan Anak-anak dengan Ringkasan Aman Waktu Ujian)
Ada juga guru yang sengaja menyiapkan ringkasan untuk belajar anak didiknya agar saat ujian bisa dijadikan alat untuk mencontek, apabila ringkasan tersebut buat belajar menjadi mudah itu sangat membantu para siswa, tetapi saat ujian buat aman itu kesalahan besar.
- Mencret (Mengajar Ceramah Terus)
Ceramah terus tak peduli dengan keadaan kelas apakah sudah paham atau belum. Banyak cara atau metode mengajar yang bisa diterapkan saat mengajar di kelas, mulai dari ceramah, cerita, studi kasus, praktik, resitasi, demonstrasi, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan adalah jangan sampai anak didik bosan dengan gaya mengajar yang digunakan.
- Salesma (Sangat Lemah Sekali Membaca)
Umumnya guru jarang suka membaca diambil contoh saat jam istirahat beberapa guru yang asyik baca pelajaran atau baca bahan yang berkaitan dengan pelajaran lebih sedikit jika dibandingkan dengan guru yang ngerumpi dengan rekannya, makan-makan di kantin, ada juga yang asyik di depan laptop/komputer masing-masing dikira mengerjakan RPP atau silabus ternyata Facebook-an, download film terbaru, beli atau jualan online dan lain sebagainya. Harusnya gunakanlah teknelogi untuk mencari sumber belajar, membuat media pembelajaran, dan lain sebagainya yang bermanfaat.
- Struke (Suka Terlambat Rupanya Kebiasaan)
Suatu perbuatan yang tidak baik namun kebiasaan, parahnya lagi dianggap sesuatu yang wajar dan maklum bukan dijadikan suatu beban saat mengajar, ada pengalaman rumah sudah dekat dengan sekolah dirumah tidak ada yang diurus anak tidak ada suami/istri tidak ada malah terlambat datang. Bagaimana cara mengatasinya harus ada kerjasama yang baik antara guru bersangkutan, pihak sekolah dalam hal ini guru piket dan peraturan kedisiplinan yang berlaku disekolah, dan yang sangat penting peraturan tersebut harus konsisten.
- THT (Tukang Hitung Transport)
Guru yang profesional seharusnya tidak mempermasalahkan soal transport atau uang sampingan lainnya seperti honor koreksi, wali kelas, pengawas ujian, akomodasi dan lain sebagainya. Jangan sampai berpikiran tidak ada duit jangan dikerjakan.
- Hipertensi (Hiruk Persoalkan Tentang Sertifikasi)
Akhir-akhir ini dunia sekolah baru disibukan dengan masalah tunjangan sertifikasi, banyak guru yang sibuk mengurusi sertifikasi sehingga melupakan kewajibannya mengajar di kelas, ujung-ujungnya siswa dirugikan. Banyak permasalahan yang timbul dengan adanya sertifikasi guru, mungkin rekan guru sudah banyak info tentang ini.
- Diabet (Datang Inginnya Absent Ok Baru Kemudian Etung-etungan Dun IT)
Banyak guru hanya memikirkan masalah kehadirannya di sekolah bukan kenerjanya dalam membangun anak didik. Jika lupa absen sudah kehilangan sesuatu yang besar karena akan ada potongan tunjangan, tetapi sebaliknya jika lupa mengajar di kelas atau tidak mendidik siswanya dianggap bukan masalah yang berat.
- WTS (Wawasan Tak Luas)
Guru harus mau belajar dan mencari ilmu lebih banyak lagi, jika gurunya pintar dan berwawasan luas akan menghasilkan anak yang pandai. Mengingat canggihnya teknologi saat ini tidak perlu pergi kemana-mana untuk mencari pengetahuan cukup dengan membuka internet semua akan tersedia sejuta ilmu yang diperoleh bahkan lebih.
- Gaptek (Gagap Teknologi)
Keadaan zaman sudah berkembang pesat dulu mengajar dengan metode ceramah bisa dimaklumi, namun saat ini mau tidak mau guru harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, mengingat perkembangan teknologi yang begitu pesatnya mau tidak mau guru harus mengikutinya.
Semua yang dituliskan tersebut di atas untuk mengingatkan hal-hal yang sering dilupakan dalam mengajar, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan namun dari itu mari kita bersama-sama berusaha lebih baik. Penyakit-penyakit tersebut di atas pernah saya baca pada kolom opini yang ditulis oleh Abdul Rasid, S.Pd yang diterbitkan pada tanggal 16 Mei 2012, penyakit yang sering menyerang guru menurut penulis, dari opini tersebut diuraikan lagi menurut pemahaman saya dengan berbagai sumber. Mohon maaf untuk semua Guru jika merasa tulisan ini menyinggung rekan-rekan, tetapi menurut saya seandai Guru ada yang tersinggung itu lebih baik karena masih punya perasaan, dan ada niat untuk berubah. Mudah-mudahan dengan tulisan ini menjadi renungan kita bersama, dan berubah ke arah yang lebih baik. Aamiin
mantap euyy....I like it..smg dg tulisan ini bisa mengetuk hati...
BalasHapusThis is the precise weblog for anybody who needs to seek out out about this topic. You notice so much its almost arduous to argue with you. You positively put a brand new spin on a subject that's been written about for years. Nice stuff, simply nice!
BalasHapus